Langsung ke konten utama

Postingan

NORMALISASI PELECEHAN SEKSUAL ONLINE DI LEMBAGA PENDIDIKAN

"Ih jijik banget nih dosen lama-kelamaan" ujar beberapa mahasiswi UIN Raden Mas Said Surakarta kepada dosen tersebut. Bahkan oknum dosen mencoba untuk merayu hal-hal yang tak biasa dengan mengatakan "Tangan kamu kok putih banget" dan lain-lain berbentuk menyebut fisik. Segala kehalalan yang dianggap boleh dilakukan malah menjadi bumerang di mahasiswi dan mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta. Seolah-olah ini adalah hal yang lumrah di pembicaraan dosen pada lingkungannya. Kasus ini menjadi sangat hangat di kalangan UIN Raden Mas Said Surakarta pada beberapa hari yang lalu. Bahkan media seperti tribun news ikut menyoroti persoalan ini di instagramnya @tribunnews. Tentu tidak dengan narasi edukasi hanya menginformasikan saja.  Alih-alih mendapat perhatian khusus, banyak komentar negatif muncul di intagram @tribunnews seakan-akan kampus UIN tak layak untuk dijadikan tempat belajar atau meraih gelar sarjana dan pasca sarjana. Dosen yang dimaksud merupakan pindahan dari...
Postingan terbaru

Sambutan

  Assalamualaikum wr wb Alhamdulillahirobbil ' alamin Washolatuwassalamu 'Ala Sayyidina wa Maulana Muhammadin wa'lla 'allahi Sayyidina Muhammad Wasobih Ajma'ain Amma Ba'du (  Bila dalam acara lintas agama boleh diganti kalimatnya   "Om Swastiastu Namo Budaya, Salam Sejahtera bagi kita semua" )  Pertama dan paling utama marilah kita panjatkan puji syukur atas kehadirat Allah swt yang telah memberikan kesehatan serta kesempatan dalam acara..... ( Boleh diganti kalimatnya menjadi Puji Tuhan yang maha esa telah memberikan kesehatan sehingga bisa berkumpul bersama dalam acara...., atau diganti kalimat lain sesuai keinginan MC dalam acara lintas agama).  Tak lupa sholawat serta salam mari curahkan junjungan Nabi kita Nabi Muhammad saw telah membawa kita dari zaman kegelapan menuju terang benerang sampai zaman ini kita rasakan.. ( Boleh tidak disebutkan bila dalam acara lintas agama berbeda-beda. Karena menghormati semua kalangan agama).  Kami Selaku Sohibul ...

MC

  Assalamualaikum wr wb  Alhamdulillahirobbil ' alamin Washolatuwassalamu 'Ala Sayyidina wa Maulana Muhammadin wa'lla 'allahi Sayyidina Muhammad Wasobih Ajma'ain Amma Ba'du ( Bila dalam acara lintas agama boleh diganti kalimatnya "Om Swastiastu Namo Budaya, Salam Sejahtera bagi kita semua" )  Pertama dan paling utama marilah kita panjatkan puji syukur atas kehadirat Allah swt yang telah memberikan kesehatan serta kesempatan dalam acara..... ( Boleh diganti kalimatnya menjadi Puji Tuhan yang maha esa telah memberikan kesehatan sehingga bisa berkumpul bersama dalam acara...., atau diganti kalimat lain sesuai keinginan MC dalam acara lintas agama) Tak lupa sholawat serta salam mari curahkan junjungan Nabi kita Nabi Muhammad saw telah membawa kita dari zaman kegelapan menuju terang benerang sampai zaman ini kita rasakan.. ( Boleh tidak disebutkan bila dalam acara lintas agama berbeda-beda. Karena menghormati semua kalangan agama) Disini saya / Kami selaku ...

Tantangan dan Ujian Gen Z

 Pernah nggak kalian warga Gen Z selalu menghadapi segala tantangan serta ujian hidup?. Pasti sangat sering bukan hampir Gen Z selalu diterpa hal-hal membuatnya merasa tertekan banget. Ada saja disuruh kerja dikira nggak kerja. Padahal kerja Gen Z yang selamannya offline. Mereka akan lebih tertata kerja di media sosial daripada kerja di dunia nyata. Masalahnya globalisasi Gen Z tidak semua memainkan perannya di media sosial. Karena permasalahan lingkungan misalnya memaksannya kerja dunia nyata. Atau masalah pendidikannya yang tak biasa mengunakan platform media sosial. Tantangan justru sangat menekan warga Gen Z betapa sulit beradaptasi dunia digitalisasi.  Gita Wirjawan dalam podcastnya bersama Baskara vokalis Hindia menjelaskan bahwa anak jaman sekarang atau Gen Z kaget ketika media sosial mulai mengenalnya. Akibatnya Gen Z memaksakan kondisi dan situasi ini menjadikan media bersosialisasi untuk mengenalkan dunia kepada generasi diatasnya bagaimana supaya platform media sosi...

Eksistensi Muslim Perumahan Korpri : Bagian Ketiga

  Ust Firdaus Syauqi sedang Berkotbah pada selesai Sholat Terawih  Banyaknya ormas Muslim di daerah membuat para Masyarakat berbondong-berbondong mengikuti alur pergerakan yang mayoritasnya pengurus masjidnya sangat memperhatikan karakter Masyarakat agar tidak salah jalan katannya. Dengan begitu identitas ormas diyakini bisa memberikan dampak positif pada Masyarakat Korpri setempat. Akan tetapi Masyarakat juga memilah memilih tentang sudut pandang seorang organisatoris Masyarakat Muslim berbeda.  Masyarakat Korpri berpandangan mengikuti alurnya mungkin ada 2 kemungkinan. Pertama Masyarakat Korpri yang tak peduli segala sudut pandangannya sebagai penyebab tidak terjadi apa-apa. Kedua Masyarakat Korpri tidak menginginkannya memang karena dia pokoknya islam seutuhnya tanpa embel-embel organisasi islam. Inilah kemudian Masyarakat Muslim Korpri tidak terlalu memperbesarkan segala aspek ormas kecuali ada unsur kaderisasi baik sesuai pemikirannya atau mengikuti alur pengurus mas...

Eksistensi Muslim Perumahan Korpri : Bagian Kedua

  Kali ini saya akan melanjutkan tulisan eksistensi Muslim Perumahan Korpri bagian keduannya tentang bagaimana Muslim Korpri hidup dengan budaya serta memberikan warna tersendiri bagi Masyarakat Perumahan Korpri secara apapun baik sosial ataupun lainnya. Episode ini saya bercerita mengenai Yasin Tahlil yang selama ini menjadi budaya Masyarakat Korpri demi kelastarian keluargannya terlebih dengan banyaknya Muslim bercampur bagian-bagian tertentu. Simak baik-baik ya pembahasannya Menjaga Kelestarian   Tradisi Yasinan dan Tahlilan Masyarakat Muslim Korpri sangat menekan Yasin Tahlil untuk menjaga tradisinya yang sebenarnya banyak Masyarakat tidak setuju dengan acara tersebut. Entah merasa bid’ah   Nabi Muhammad saw tidak pernah melakukannya. Ditambah dibilang tidak sesuai syariat Islam berlaku. Namun percaya nggak kalian bahwa Masyarakat Korpri kental tradisinya sama sekali tidak peduli bila yasin tahlil bukan bagian ajaran Islam. Bentuk penghormatan inilah yang kemudian...

Eksistensi Muslim Perumahan Korpri : Bagian Pertama

  Jama'ah Masjid Nurul Huda Islam menjadi agama mayoritas ditengah perbedaan sudut pandangan yang khas setiap RT maupun RW masing-masing di Perumahan Korpri, Gayamsari, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Warga disini kebanyakkan memiliki pekerjaan layak seperti PNS, Pejabat Negara, PDAM, Polisi, maupun Tentara hampir rata-ratanya. Walaupun setidaknya ada 40 persen memilih untuk tidak bekerja di Pegawai Negeri Sipil. Mereka menganggap bahwa bekerja di pemeritah lebih realistis dari pada bekerja di luar pemerintah gajinya segitu-gitu saja. Namun ditengah perbedaan pekerjaan warga Korpri juga memiliki sudut pandang agama berbeda-beda khususnya islam di berbagai kental. Masjid Nurul Iman misalnya memiliki presentasi Muhammadiyah sekitar 70 persen yang Dimana pengurusnya Muhammadiyah. Meskipun mereka tidak memperlihatkan eksistensinya. Setidaknya identitas Muhammadiyahnya masih terasa kental terutama perbedaan perayaan Idul Fitri maupun Idul Adha. Masjid Nurul Hu...