Langsung ke konten utama

Eksistensi Muslim Perumahan Korpri : Bagian Kedua

 

Kali ini saya akan melanjutkan tulisan eksistensi Muslim Perumahan Korpri bagian keduannya tentang bagaimana Muslim Korpri hidup dengan budaya serta memberikan warna tersendiri bagi Masyarakat Perumahan Korpri secara apapun baik sosial ataupun lainnya. Episode ini saya bercerita mengenai Yasin Tahlil yang selama ini menjadi budaya Masyarakat Korpri demi kelastarian keluargannya terlebih dengan banyaknya Muslim bercampur bagian-bagian tertentu. Simak baik-baik ya pembahasannya

Menjaga Kelestarian  Tradisi Yasinan dan Tahlilan

Masyarakat Muslim Korpri sangat menekan Yasin Tahlil untuk menjaga tradisinya yang sebenarnya banyak Masyarakat tidak setuju dengan acara tersebut. Entah merasa bid’ah  Nabi Muhammad saw tidak pernah melakukannya. Ditambah dibilang tidak sesuai syariat Islam berlaku. Namun percaya nggak kalian bahwa Masyarakat Korpri kental tradisinya sama sekali tidak peduli bila yasin tahlil bukan bagian ajaran Islam. Bentuk penghormatan inilah yang kemudian Masyarakat Muslim Korpri mampu membawakan dakwah dalam merawat tradisi bertahun-tahun mereka alami.

Oleh karenannya penduduk Muslim Korpri 80 persen percaya bahwa yasin tahlil membawa kemanfaatan luar biasa terhadap muslim setempat menjunjung tinggi nilai-nilai keimanan membangkitkan gairah di Tengah perbedaan. Setidaknya 70 persen Masyarakat Muslim Korpri mengaku tradisi ini tidak boleh punah dan tidak boleh hilang selama keluargannya masih menginginkannya. Ada yang mengatakan tradisi yasin Tahlil membawa berkah supaya kita ingat kematian kelak nanti.

Dan ada yang masih percaya 7 hari hingga 100 hari adalah hitungan persiapan mayit dalam menghadap Allah swt. Karena mereka sangat percaya sekali Allah swt akan menempati janjinya manusia diberi kesempatan untuk meneringankan azabnya. Sebagaimana dijelaskan oleh Sebagian Ulama 7 hari adalah hari kesempatan luar biasa terhadap si mayit agar merasa senang di liang lahat. Pernah suatu Ketika masyarat Muslim Korpri menanyakkan babakan tentang ini “Mas kenopo Yasinan  Tahlilan iku kudu ono 7 hari kudu ono 100 hari to mas, mbok nggak sak wae ribet banget”. Saya jawab “ngenten lo mas hitungan iku menandakkan bahwa manusia iku diringankan selama bagian hari tertentu orang-orang jawa pada umumnya, artinya si Mayit diberikan kesempatan untuk mempersiapkan diri sebelum memasukki tahap seleksi, sedangkan hitungan hari di sana bisa mencapai 100 tahun lamannya, karena kita diberikan kesempatan oleh Allah memiliki waktu 100 hari maka gunakan sebaik mungkin mengirimkan tahlil yasin, otomatis si Mayit akan merasa senang bila didoakan mas, kalau punya waktu sebanyak itu kalau dibandingkan ibadah-ibadah lainnya nggak mungkin bisa mas, la wong iku yang ngatur gusti Allah mas”.

Dia penasaran “ Kok isoh mas ibadah awakdewe iku wes akeh banget mas, gek mesti njelaske surga-surga, aku kan dadi semangat ibadahe, mosok yo koyok ngono mas, bukane awakdewe entok pahala akeh kie mosok ujug2 mlebu neroko, aku wes ngoyo-ngoyo soal ibadah” kata mas-mas seneng ke masjid.

Kemudian saya menarik napas dan menjawab “Kanjeng Nabi Muhammad saw lo mboten gelem umate mlebu neroko, mosok iyo awakdewe sebagai umate kanjeng Nabi nggo donggo karo orang meninggal, kanjeng Nabi wae mencontohkan ziaroh, doakke orang meninggal kok, mosok awakdewe umate nggk dongakke mas?, Kanjeng Nabi iku njelaske di hari 7 dihari 100 nek didoangakke secara rutin siksa kubure bakal diringankan, la kok umate nggak gelem yasin tahlil mas?, Piye gekkan perasaane Kanjeng Nabi nek umate meninggal ggk didongakke?.

Walaupun tradisi tahlil yasin neng negoro liane nggak ono mas, tapi iki dijanjikke Allah swt bahwa menungso ono kesempatan hari iku kangge perbaikan diri, boro-boro amal mas, Gusti Allah isoh mlebukke awakdewe surgo mergo rahmate Gusti Allah. Surga dan neraka iku seng ciptakke Gusti Allah kan mas?,  Yo gampang wae bagi Gusti Allah, tinggal menungsone gelem opo nggakke, menungso kadang seneng ibadah rekoso, tapi lali sek ngawe Sholat iku Gusti Allah, ahh ra tekan mas ilmune nek mbok pikir jero-jero wkwkwkwk”. Dia menjawab “ Halah aku penasaran Ustadz aku pengen surgo yoan, ibadah yo jalan nyambut gawe yo jalan”.

Saya jawab “ Seng Penting siji mas iku niate sampeyan, niate sampeyan golek ridhone Gusti Allah swt, ora sah muluk2 seklah, penting kerjo, ataupun apapun diniati ibadah, we siku tok wae, ojo pengarep dunyo, mengko bakal keblinger, golek duit iku yo angel, pancen angel tapi nek nggak diniati ibadah ojo ngarep nek imane sampeyan mantep, Kanjeng Nabi mawon yo merintahke kerjo iku ibadah, dadi melu sunnahe Nabi Muhammad saw, yo niat langsung neng gusti Allah, nggak usah dipikir nemen-nemen mas, penting jalani wae”. Dia pun terdiam dan pergi meninggalkan saya.

Wajah Toleransi Kemerdekaan

            Sedikitnya kaum minoritas non Muslim membuat Masyarakat Korpri berbondong-bondong mengadakan perayaan yang Dimana semua partisipasi ikut andil. Apalagi kemarin pas kemerdekaan hampir semua RT RW mengadakannya baik lomba-lombannya sampai malam Tirakatan. Kebetulan saya dan teman-teman masjid dan para tonggrongan Kemi pun juga sangat aktif dalam kemerdekaannya. Bahkan di RT saya MC antara kaum non Muslim dan Muslim tampil didepan panggung kecil-kecilan.

Tapi ini merupakan wajah toleransi luar biasa setelah ketegangan berhari-hari saling lempar kiri kanan mengkritisi agama masing-masing. Begitu langsung ketemu tau rasa deh hahaha. Mau menyalahkan juga nggak enak masih tetangganya. Ya namannya Tetangga harus saling menghormati satu sama lain termasuk perbedaan akidah.

Saya sih tak mempermasalahkannya juga toh kita juga masih saudara dalam kemanusaiaan seperti perkataan Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a “Kalau aku bukan saudara seimanmu, maka kita adalah saudara dalam kemanusiaan” ujarnya. Semoga saja langgeng secara komunikasi setiap hari-harinnya deh.

Kemunculan Rutinan Masjid masing-masing

Keberhasilan Muslim berdakwah di Perumahan Kopri terlepas kesungguhan mereka dalam mengadakan rutinan secara istiqomah atau dibahasakan konsisten. Hal inilah memberikan apresiasi luar biasa Muslim di Tengah perbedaan umat. Masjid Nurul Iman mengadakan rutinan Jum’at Barokah, Kajian Hadits, Ngaji Al-Qur’an Jama’ah. Masjid Nurul Huda juga tak kalah mengadakan Minggu Barokah, Ngaji Al-Qur’an dan TPA untuk anak-anak dan Kajian Remaja diampu Ust Amri

Masjid Mu’jizat pun demikian hampir sama dilakukan kedua masjid, Masjid Ikhlas dan Masjid Ar-Rosyid juga melakukan hal yang hampir persis. Berkat pendakwah Muslim inilah Islam daerah masing-masing semakin bersemangat menjalankan kegiatannya, tapi tak semua berpartipisi seluruhnya. Biasannya dirumah ya dirumah, nongkrong ya nongkrong, ke masjid ya ke Masjid. Jualan ya jualan. Semua berjalan seperti biasannya.

Sholat 5 waktu pun juga berjalan sepanjang harinya secara terus menerus. Ada kesibukkan sholat dirumah ataupun masjid tempat kerjaannya. Bagi saya tak masalah selama masjid tidak kosong blong melaksanakan sholat fardhu 5 waktunnya. Kalau tidak ada yang mengerjakannya pastinya semua umat Islam khususnya didaerahnya dihukumi dosa semua. Walaupun ada beberapa Ulama memaklumninya, tapi penjelasan Imam Syafi’I mengenai hukum sholat 5 waktu jama’ah di masjid merupakan mayoritas di Perumahan Korpri.

Pertama pandangan ini sangat kuat lingkungan mayoritas islam apalagi masyakat Muslim Perumahan Korpri rata-rata mampu membiayai permasalahan teknis masjid. Kedua melihat Masyarakat Muslim menjadi mayoritas otomatisnya wajib mengugurkan kewajiban menanggung tanggung jawab melaksakanakan sholat fardhu 5 waktu di masjid. Spesifikasi jama’ah bisa 5 orang bisa 15 orang 2 shof sholat misalnya.

Nah kalau tidak ada yang melaksanakan walaupun 1 sholat misalnya dhuhur yam au nggak mau semua umat Islam nanggung dosannya bro. paling tidak ada jama’ah di Masjidlah sudah aman. Yang paling penting tidak meninggalkan sholat. Mau dimasjid sepanjang perjalanan, dirumah, dipom bensin atau lainnya. Karena sholat merupakan rukun Iman ke-2 penjelasan Hadits Nabi Muhammad saw.

 Ahmad Zuhdy Alkhariri

Pegiat Sering Tidur-Tiduran 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NORMALISASI PELECEHAN SEKSUAL ONLINE DI LEMBAGA PENDIDIKAN

"Ih jijik banget nih dosen lama-kelamaan" ujar beberapa mahasiswi UIN Raden Mas Said Surakarta kepada dosen tersebut. Bahkan oknum dosen mencoba untuk merayu hal-hal yang tak biasa dengan mengatakan "Tangan kamu kok putih banget" dan lain-lain berbentuk menyebut fisik. Segala kehalalan yang dianggap boleh dilakukan malah menjadi bumerang di mahasiswi dan mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta. Seolah-olah ini adalah hal yang lumrah di pembicaraan dosen pada lingkungannya. Kasus ini menjadi sangat hangat di kalangan UIN Raden Mas Said Surakarta pada beberapa hari yang lalu. Bahkan media seperti tribun news ikut menyoroti persoalan ini di instagramnya @tribunnews. Tentu tidak dengan narasi edukasi hanya menginformasikan saja.  Alih-alih mendapat perhatian khusus, banyak komentar negatif muncul di intagram @tribunnews seakan-akan kampus UIN tak layak untuk dijadikan tempat belajar atau meraih gelar sarjana dan pasca sarjana. Dosen yang dimaksud merupakan pindahan dari...

Eksistensi Muslim Perumahan Korpri : Bagian Pertama

  Jama'ah Masjid Nurul Huda Islam menjadi agama mayoritas ditengah perbedaan sudut pandangan yang khas setiap RT maupun RW masing-masing di Perumahan Korpri, Gayamsari, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Warga disini kebanyakkan memiliki pekerjaan layak seperti PNS, Pejabat Negara, PDAM, Polisi, maupun Tentara hampir rata-ratanya. Walaupun setidaknya ada 40 persen memilih untuk tidak bekerja di Pegawai Negeri Sipil. Mereka menganggap bahwa bekerja di pemeritah lebih realistis dari pada bekerja di luar pemerintah gajinya segitu-gitu saja. Namun ditengah perbedaan pekerjaan warga Korpri juga memiliki sudut pandang agama berbeda-beda khususnya islam di berbagai kental. Masjid Nurul Iman misalnya memiliki presentasi Muhammadiyah sekitar 70 persen yang Dimana pengurusnya Muhammadiyah. Meskipun mereka tidak memperlihatkan eksistensinya. Setidaknya identitas Muhammadiyahnya masih terasa kental terutama perbedaan perayaan Idul Fitri maupun Idul Adha. Masjid Nurul Hu...

4 faktor penyebab kekalahan Indonesia vs Vietnam sea games 2022

oleh : Ahmad Zuhdy Alkhariri Malam tadi, Indonesia dibantai Vietnam dengan skor 4-1 di stadion di kandang Vietnam Sea Games 2022 cabang Sukoharjo. 2 kali raihan emas ini juga menjadi pekerjaan serius untuk dunia sepak bola kancah internasional. Terakhir Indonesia meraih emas di tahun 1991 di Manila, Filiphina. Bahkan Indonesia selalu gagal ketika masuk final meraih emas. Lantas mengapa Indonesia selalu gagal dalam ajang sepak bola?. Ini juga menjadi salah satunya adalah faktor fisik dan kurang perisiapan yang matang. Saya analisis Indonesia sangat tidak ada dayangya yang tergolong masih banyak mis komunikasi diantara internal.  Dan kepanikan ketika mengalami rotasi permainan perbedaan ciri khasnya. Cara mengopernya, melepaskan umpan-umpan pendek, serta runtuhnya bek-bek yang terlalu fokus pada sisi penyerangan. Kita bisa lihat final AFF senior Indonesia lebih terbuka untuk berani menyerang, sehingga terlihat rapi setiap sektor posisinya. Faktor penyebabnya menurut say...