Langsung ke konten utama

Benarkah Waria Buatan Manusia?

 

Islamsantun.org. Sebagai manusia kita mendengar istilah jenis kelamin yang setiap harinya mempengaruhi budaya daerah masing-masing. Dilahirkan dari Rahim ibu yang merawatnya hingga dewasa kelak. Perjuangan serta pengorbankannya juga harus kita hormati meskipun banyak kendala terkait jenis kelamin. Bagaimana posisi dokter kandungan untuk memastikan apakah bayi tersebut laki-laki? Atau perempuan?. Bisa jadi dia laki-laki karena rambutnya tumbuh lama, tapi bisa jadi perempuan hanya melihat rambutnya cepat tumbuh. Namun ditinjau ulang jika proses pertumbuhannya membuat pengaruh besar dalam kehidupannya.

Anehnya ketika bayi itu tumbuh remaja yang mestinya laki-laki berubah drastis menjadi perempuan. Faktornya justru karena pengaruh yang dia jalankan sebagai titik awal baru pembelajaran hidup. Lantas apakah islam membolehkannya berubah kelamin?. Rasa penasaran ini sudah terjawab Al-Qur’an surat Al-Hujurat ayat 13  yang secara tegas “wahai manusia, sesungguhnya kami menciptakanmu dari seorang laki-laki dan perempuan, dan menjadikanmu berbangsa-bangsa, bersuku-suku supaya kamu mengenalnya, sesungguhnya orang yang paling mulia disisi Allah swt adalah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah swt maha mengetahu lagi maha mengenal “.

Dalam konteks ayat Al-Qur’an tersebut mengisyaratkan ciptaannya terdapat antara laki-laki dan perempuan. Pandangan ini sudah dijawab oleh Gus Baha baru-baru ini yang mengatakan “kategori transgender atau waria hanya buatan manusia, kalau nggak laki-laki ya perempuan, sudah kamu Imani saja”. Artinya kategori waria yang dibuat Allah swt sama sekali tidak ada. Cara mengakuinya paling aman adalah kita percayakan ciptaan Allah swt. Bahkan fenomena ini sudah marak sekali dibicarakan media-media massa.

Contonhya : pondok pesantren waria, komunitas waria, sampai fakta-fakta artis papan atas memutuskan waria sebagai jalan hidupnya. Sebenarnya hal biasa-biasa saja yang seolah-olah biar viral dilihat kehidupannya. Akibatnya dampak lingkungan justru memiliki hikmah tersendiri kepada para nitizen. Alhasil muncul salah satu pertanyaan yang membuat saya heran tata carannya hukum-hukum ibadahnya seperti apa?. Dan wudhunya gimana?. Sholatnya pakai sarung apa pakai mukena?.

Meninjau penjelasan tersebut, kita selaku manusia takwa senantiyasa mempertanyakan si waria guna memastikan jenis kelaminnya terlebih dahulu. Bisa kita ngobrol santai yang tidak menyingunggnya perasaan. Tidak boleh kita hina habis-habisan kalau waria tidak pantas melakukan ibadah. Begitulah islam memandang umatnya menyikapi fenomena-fenomena waria yang sangat marak terjadi. Plihannya terletak pada dirinya dan memulai kehidupan yang mungkin sering dibully.

Islam adalah agama rahmatallil’alamin yang sejuk dan menyejukkan. Rahmat bagi seluruh umat manusia. Mengayomi serta menghargai ras manusia masing-masing bentuknya. Dalam buku Ngaji Toleransi ( 2017) sudah dijelaskan islam adalah agama yang toleran. Toleransi menurut islam yakni menghormati dengan tanpa batas aturan agama itu sendiri. Artinya islam agama yang terbuka dalam segala apapun itu tanpa mengenal wajah seseorang. Supaya kita tidak asal-asalan mengolok-olok waria dari segi fisiknya, cara bicarannya dan seterusnya.

Dalam kata lain, waria adalah pilihan setiap manusia baik secara laki-laki maupun perempuan. Tinggal memilih yang menurutnya berubah total. Di situlah pentingnya menghargai waria dengan sudut pandang berbeda-beda. Tentunya asyik sekali kalau mereka menerima selapang-lapangnya berdiskusi panjang lebar tentang gender. Mereka juga punya pilihan kita juga punya pilihan. Jangan sampai kita selaku umat islam membiarkan orang-orang sesamannya bertengkar hanya karena masalah waria. Bersikaplah biasa saja dan tidak gumunan ( gampang penasaran). Pandangilah waria adalah teman sesama manusia layaknya kita. Semoga kaum waria di daerah kita diperlakukan baik dan lembut. Salam kewarasan!

Ahmad Zuhdy Alkhariri

Sumber : https://islamsantun.org/opini/benarkah-waria-buatan-manusia/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NORMALISASI PELECEHAN SEKSUAL ONLINE DI LEMBAGA PENDIDIKAN

"Ih jijik banget nih dosen lama-kelamaan" ujar beberapa mahasiswi UIN Raden Mas Said Surakarta kepada dosen tersebut. Bahkan oknum dosen mencoba untuk merayu hal-hal yang tak biasa dengan mengatakan "Tangan kamu kok putih banget" dan lain-lain berbentuk menyebut fisik. Segala kehalalan yang dianggap boleh dilakukan malah menjadi bumerang di mahasiswi dan mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta. Seolah-olah ini adalah hal yang lumrah di pembicaraan dosen pada lingkungannya. Kasus ini menjadi sangat hangat di kalangan UIN Raden Mas Said Surakarta pada beberapa hari yang lalu. Bahkan media seperti tribun news ikut menyoroti persoalan ini di instagramnya @tribunnews. Tentu tidak dengan narasi edukasi hanya menginformasikan saja.  Alih-alih mendapat perhatian khusus, banyak komentar negatif muncul di intagram @tribunnews seakan-akan kampus UIN tak layak untuk dijadikan tempat belajar atau meraih gelar sarjana dan pasca sarjana. Dosen yang dimaksud merupakan pindahan dari...

Manfaat Menjadi Pernah Santri

  Sebentar lagi kita akan merayakan hari santri nasional secara serentak baik di sekolah, pesantren, Universitas bahkan Nahdlatul Ulama turut memberikan hadiah tersendiri yang sekaligus spesial perjuangan KH Hasyim Asy’ari Bersama rombongannya. Namun disini saya tidak menjelaskan spesifik perjalanannya kaum santri melawan penjajah ya melainkan bercerita mengenai jejak menjadi santri di Pondok Pesantren Dimana pun berada.  Saya nyantri di 3 tempat Pondok Pesantren Tokoh Kyai yang berbeda-beda karakternya. Pertama di Pondok Pesantren Manba’ul Hikmah Al-Azieziyah yang didirikan oleh Alm KH Abdul Aziez Mahfudz. Kala itu ia menjadi Tokoh Nahdlatul Ulama sebagai Rois Syuriah. Selain ia juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren, Kyai Aziz ini atau disapa Buya pernah menjadi Ketua umum MUI Wonogiri, Pengasuh KBIH Manba’ul Hikmah. Kyai Aziz dikenal sangat lembut dalam menyampaikkan, bijaksana dalam bertindak maupun perkataan, mempunyai kemampuan Suara bagus dalam melantunkan sholawat dan ...

4 faktor penyebab kekalahan Indonesia vs Vietnam sea games 2022

oleh : Ahmad Zuhdy Alkhariri Malam tadi, Indonesia dibantai Vietnam dengan skor 4-1 di stadion di kandang Vietnam Sea Games 2022 cabang Sukoharjo. 2 kali raihan emas ini juga menjadi pekerjaan serius untuk dunia sepak bola kancah internasional. Terakhir Indonesia meraih emas di tahun 1991 di Manila, Filiphina. Bahkan Indonesia selalu gagal ketika masuk final meraih emas. Lantas mengapa Indonesia selalu gagal dalam ajang sepak bola?. Ini juga menjadi salah satunya adalah faktor fisik dan kurang perisiapan yang matang. Saya analisis Indonesia sangat tidak ada dayangya yang tergolong masih banyak mis komunikasi diantara internal.  Dan kepanikan ketika mengalami rotasi permainan perbedaan ciri khasnya. Cara mengopernya, melepaskan umpan-umpan pendek, serta runtuhnya bek-bek yang terlalu fokus pada sisi penyerangan. Kita bisa lihat final AFF senior Indonesia lebih terbuka untuk berani menyerang, sehingga terlihat rapi setiap sektor posisinya. Faktor penyebabnya menurut say...