sudah 3 hari lamanya jalanan sangat macet. berjuta-juta orang menyiapkan diri untuk merayakan demi bertemu dengan keluarga. ada yang baru 1 tahun bertemu, ada juga yang selama 4 bulan sekali dan seterusnya. tapi tahukah kalian kalau mudik membutuhkan waktu dengan berkendara pribadi?. kita bisa bayangkan betapa ramainya jalan di saat lebaran yang menjadi sebuah tradisi sejarah umat islam Indonesia. beberapa lainnya memilih mengunakan mobil pribadi dengan melewati jalan tol sebagai solusi terbesarnya. namun ada juga yang lebih memilih motor untuk jalan utamanya. itu semua dilakukan demi meriahnya perayaan idul Fitri.
kita bisa tak pernah berpikir menyebabkan kemacetan lalu lintas pada momen idul Fitri kali adalah munculnya penjual-penjual kaki lima dan penjual pakaian yang siap melayaninya dengan sepenuh hati. mereka memanfaatkan jalanan macet supaya bisa menarik perhatian nagi para penjuru masyarakat.
Karena sebagian Masyarakat sudah tentunya tidak ragu segera sigap membeli guna memberi keuntungan yang lebih besar dari hari biasannya. semakin lama maka semakin pula untung yang tekah diperoleh keuntangan besarnya.
hanya saja kita memandang sebelah mata jika itu sekua adalah beban masyarakat yang mudik. bisa saja tu dilakukan unguk memenuhi kebutuhan dan merayakan secara kemenangan
hal itu sudah diajarkan oleh Allah SWT mengenai rasa kebersamaan dalam Surat Az-Zukhruf ayat 32 yang berbunyi "“Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Rabbmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Rabbmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan ". artinya kebersamaan mendatangkan kebaikan pada sesama muslim dengan begitu kebersamaan dapat meninggikan derajat seseorang yang rendah menjadi tinggi. sama halnya idul Fitri yang seharusnya kesucian jiwa dilandasi rasa kebersamaan dalam keberagaman.
maka mari kita selaku umat islam yang baik selalu bersyukur atas apa yang diberikan oleh Allah berupa ulah manusia yang memberi rasa kemacetan dalam lalu lintas. apabila dilakukan dengan Istiqomah pasti jalannya tidak pernah berhenti walaupun kadang menyerah sedikit pun.
"Ih jijik banget nih dosen lama-kelamaan" ujar beberapa mahasiswi UIN Raden Mas Said Surakarta kepada dosen tersebut. Bahkan oknum dosen mencoba untuk merayu hal-hal yang tak biasa dengan mengatakan "Tangan kamu kok putih banget" dan lain-lain berbentuk menyebut fisik. Segala kehalalan yang dianggap boleh dilakukan malah menjadi bumerang di mahasiswi dan mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta. Seolah-olah ini adalah hal yang lumrah di pembicaraan dosen pada lingkungannya. Kasus ini menjadi sangat hangat di kalangan UIN Raden Mas Said Surakarta pada beberapa hari yang lalu. Bahkan media seperti tribun news ikut menyoroti persoalan ini di instagramnya @tribunnews. Tentu tidak dengan narasi edukasi hanya menginformasikan saja. Alih-alih mendapat perhatian khusus, banyak komentar negatif muncul di intagram @tribunnews seakan-akan kampus UIN tak layak untuk dijadikan tempat belajar atau meraih gelar sarjana dan pasca sarjana. Dosen yang dimaksud merupakan pindahan dari...

Komentar
Posting Komentar