Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2024

Eksistensi Muslim Perumahan Korpri : Bagian Ketiga

  Ust Firdaus Syauqi sedang Berkotbah pada selesai Sholat Terawih  Banyaknya ormas Muslim di daerah membuat para Masyarakat berbondong-berbondong mengikuti alur pergerakan yang mayoritasnya pengurus masjidnya sangat memperhatikan karakter Masyarakat agar tidak salah jalan katannya. Dengan begitu identitas ormas diyakini bisa memberikan dampak positif pada Masyarakat Korpri setempat. Akan tetapi Masyarakat juga memilah memilih tentang sudut pandang seorang organisatoris Masyarakat Muslim berbeda.  Masyarakat Korpri berpandangan mengikuti alurnya mungkin ada 2 kemungkinan. Pertama Masyarakat Korpri yang tak peduli segala sudut pandangannya sebagai penyebab tidak terjadi apa-apa. Kedua Masyarakat Korpri tidak menginginkannya memang karena dia pokoknya islam seutuhnya tanpa embel-embel organisasi islam. Inilah kemudian Masyarakat Muslim Korpri tidak terlalu memperbesarkan segala aspek ormas kecuali ada unsur kaderisasi baik sesuai pemikirannya atau mengikuti alur pengurus mas...

Eksistensi Muslim Perumahan Korpri : Bagian Kedua

  Kali ini saya akan melanjutkan tulisan eksistensi Muslim Perumahan Korpri bagian keduannya tentang bagaimana Muslim Korpri hidup dengan budaya serta memberikan warna tersendiri bagi Masyarakat Perumahan Korpri secara apapun baik sosial ataupun lainnya. Episode ini saya bercerita mengenai Yasin Tahlil yang selama ini menjadi budaya Masyarakat Korpri demi kelastarian keluargannya terlebih dengan banyaknya Muslim bercampur bagian-bagian tertentu. Simak baik-baik ya pembahasannya Menjaga Kelestarian   Tradisi Yasinan dan Tahlilan Masyarakat Muslim Korpri sangat menekan Yasin Tahlil untuk menjaga tradisinya yang sebenarnya banyak Masyarakat tidak setuju dengan acara tersebut. Entah merasa bid’ah   Nabi Muhammad saw tidak pernah melakukannya. Ditambah dibilang tidak sesuai syariat Islam berlaku. Namun percaya nggak kalian bahwa Masyarakat Korpri kental tradisinya sama sekali tidak peduli bila yasin tahlil bukan bagian ajaran Islam. Bentuk penghormatan inilah yang kemudian...

Eksistensi Muslim Perumahan Korpri : Bagian Pertama

  Jama'ah Masjid Nurul Huda Islam menjadi agama mayoritas ditengah perbedaan sudut pandangan yang khas setiap RT maupun RW masing-masing di Perumahan Korpri, Gayamsari, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Warga disini kebanyakkan memiliki pekerjaan layak seperti PNS, Pejabat Negara, PDAM, Polisi, maupun Tentara hampir rata-ratanya. Walaupun setidaknya ada 40 persen memilih untuk tidak bekerja di Pegawai Negeri Sipil. Mereka menganggap bahwa bekerja di pemeritah lebih realistis dari pada bekerja di luar pemerintah gajinya segitu-gitu saja. Namun ditengah perbedaan pekerjaan warga Korpri juga memiliki sudut pandang agama berbeda-beda khususnya islam di berbagai kental. Masjid Nurul Iman misalnya memiliki presentasi Muhammadiyah sekitar 70 persen yang Dimana pengurusnya Muhammadiyah. Meskipun mereka tidak memperlihatkan eksistensinya. Setidaknya identitas Muhammadiyahnya masih terasa kental terutama perbedaan perayaan Idul Fitri maupun Idul Adha. Masjid Nurul Hu...

Manfaat Menjadi Pernah Santri

  Sebentar lagi kita akan merayakan hari santri nasional secara serentak baik di sekolah, pesantren, Universitas bahkan Nahdlatul Ulama turut memberikan hadiah tersendiri yang sekaligus spesial perjuangan KH Hasyim Asy’ari Bersama rombongannya. Namun disini saya tidak menjelaskan spesifik perjalanannya kaum santri melawan penjajah ya melainkan bercerita mengenai jejak menjadi santri di Pondok Pesantren Dimana pun berada.  Saya nyantri di 3 tempat Pondok Pesantren Tokoh Kyai yang berbeda-beda karakternya. Pertama di Pondok Pesantren Manba’ul Hikmah Al-Azieziyah yang didirikan oleh Alm KH Abdul Aziez Mahfudz. Kala itu ia menjadi Tokoh Nahdlatul Ulama sebagai Rois Syuriah. Selain ia juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren, Kyai Aziz ini atau disapa Buya pernah menjadi Ketua umum MUI Wonogiri, Pengasuh KBIH Manba’ul Hikmah. Kyai Aziz dikenal sangat lembut dalam menyampaikkan, bijaksana dalam bertindak maupun perkataan, mempunyai kemampuan Suara bagus dalam melantunkan sholawat dan ...

Gus Faiz Jelaskan Pentingnya Sholat Mendatangkan Rezeki

  Terkadang kita lupa bahwa sholat bisa membawa dampak positif kehidupan sehari-hari. Dan hanya dianggap wajib saja secara hukum syarat sahnya. Alhasil melakukan sholat 5 waktu saja dalam sehari. Akibatnya kita tidak tahu dampak luar biasa pada sholatnya. Seolah-olah jika kita melakukan kewajiban semua masalah terselesaikan. Bahkan kita malahan tidak tahu sama sekali makna dibalik sholat itu seperti apa. Memandang sebagai ibadah biasa dilakukan umat islam saja.  Padahal sejak kecil kita diajarkan doa-doa sholatnya. Mulai membaca Bismillah kemudian membaca Al-Fatihah lalu disunnahkan membaca surat sunnah. Dilanjut saat berlutut membaca subhana robb’ial a’la wabihamdim. Sampai akhir sholat membaca Tahiyat. Terus menerus dituntut secara tertib. Bahkan membaca artinya secara keras. Sayangnya makna pembacaan sebatas suara saja. Akibatnya sholat hanya mengunggurkan kewajiban saja.  Parahnya banyak yang tidak menyadari bahwa tidak sholat akan mendatangkan siksa api neraka. Apaka...

Bolehkan Puasa Mbedok di Bulan Ramadan?

  Pada saat kecil pasti sangat suka sekali dengan hal-hal instan, entah dari mainan, bahkan segala perbuatan sehari-hari. Apalagi momen-momen hari besar seperti kegiatan, lomba agustusan, ibadah ramadan, takbiran idul fitri, idul adha, sampai hari lahir di setiap daerah masing-masing. Terutama pada bulan Ramadan hampir seluruh kegiatan yang banyak mendominasi adalah anak-anak. Mulai dari TPA di masjid, buka bersama, salat terawih, dan tadarusan. Biasannya, anak-anak lebih condong melakukan aktivitas puasanya. Entah kenapa pas momen melaksanakan puasa mayoritas puasa mbedok. Banyak beranggapan khususnya orang tua “orapopo le, maklum iseh cilek nek wes gede lak wes biasa kok” (tidak papa kang, maklum masih kecil kalo sudah besar sudah biasa kok). Saking terbiasa, sampai-sampai orang tua memanjakan anaknya dengan masakan enak yang bertujuan agar semangat melaksanakan ibadah puasa dengan hikmat (bernilai). Disinilah pentingnya mempertanyakan mengapa puasa mbedok masih ada di sekitar ki...

Benarkah Waria Buatan Manusia?

  Islamsantun.org. Sebagai manusia kita mendengar istilah jenis kelamin yang setiap harinya mempengaruhi budaya daerah masing-masing. Dilahirkan dari Rahim ibu yang merawatnya hingga dewasa kelak. Perjuangan serta pengorbankannya juga harus kita hormati meskipun banyak kendala terkait jenis kelamin. Bagaimana posisi dokter kandungan untuk memastikan apakah bayi tersebut laki-laki? Atau perempuan?. Bisa jadi dia laki-laki karena rambutnya tumbuh lama, tapi bisa jadi perempuan hanya melihat rambutnya cepat tumbuh. Namun ditinjau ulang jika proses pertumbuhannya membuat pengaruh besar dalam kehidupannya. Anehnya ketika bayi itu tumbuh remaja yang mestinya laki-laki berubah drastis menjadi perempuan. Faktornya justru karena pengaruh yang dia jalankan sebagai titik awal baru pembelajaran hidup. Lantas apakah islam membolehkannya berubah kelamin?. Rasa penasaran ini sudah terjawab Al-Qur’an surat Al-Hujurat ayat 13  yang secara tegas “wahai manusia, sesungguhnya kami menciptakanmu d...

Salat Fardhu Berjamaah Tidak Boleh Lama-lama?

  Islamsantun.org. Fenomena sholat fardhu berjama’ah menjadi salah satu hal yang sering dibicarakan oleh umat islam pada saat kultum, tabligh akbar, dan diskusi-diskusi lainnya. Hingga menjadi pembelajaran terpanjang dalam sejarah umat islam seluruh dunia. Dengan begitu para ustadz muda selalu menyiapkan momen-momen tertentu untuk menarik simpati masyarakat agar mau sholat fardhu berjama’ah di masjid. akibatnya suara lantunan ayat suci Al-Qur’an sang imam sangat indah lantaran surat yang dibacakan panjang. Bahkan secara tidak sadar lamannya sholat kurang mendapat perhatian masyarakat yang sudah terlanjur nyaman dengan masyarakat. Sampai-sampai jama’ah yang sering ke masjid tiba-tiba mengimami keluarganya sangat lama walaupun di rumahnya. Alhasil si imam beranggapan sholat yang terbaik itu “suarannya bagus, bacaannya sesuai tajwid, ggkpapa kalau sholatnya lama”. Seolah-olah semua baik-baik saja dan tidak terjadi apa-apa. Menganggap yang lama itu Sunnah nabi. Tetapi ada juga yang mem...

Hikmah Perayaan Masehi Pada Kaum Muslim

Sebentar lagi kita akan memasuki tahun yang di mana seluruh umat manusia merayakannya dengan penuh gembira dan kebahagiaan. Persiapan-persiapan pun mulai berdatangan demi memberikan kemeriahan yang nyata. Sehingga setiap orang berbondong-bondong merasa puas memasuki pergantian tahun.  Apalagi kalau bukan tahun baru masehi yang setiap harinya penuh moment-moment krusial. Mulai dari penjual kaki lima yang sudah mulai siap, para desainer baju yang jauh-jauh hari sudah update, pedagang mainan di mana-di mana, serta penjual kembang api. Itu semua dilakukan untuk memperjuangkan daya ekonominya membaik. Namun bagaimana pandangan islam tentang tahun baru?. Haramkah? . Atau malah menghalalkan? Pertanyaan ini sangat realistis mengingat para dai muda maupun tua sama-sama menyiapkan materi tahun barunya guna membuat jama’ah sadar tentangnya. Ada yang menyebutkan “tahun baru haram dirayakan”, tapi malah membelikan mainan anaknya. Seakan-akan semuanya baik-baik saja karena membahagiakan anaknya ...

Menelisik Perbedaan Rakaat Salat Witir

Setelah 2 tahun lebih Kini kita bisa menikmati bersama menjalankan ibadah tarawih dengan nuansa senang, gembira, dan penuh kemeriahan. Momen yang sangat dinantikkan oleh kaum muslim untuk berlomba-lomba menyiapkan sesuatu baru dalam menjalankan ibadah tarawih. Ada yang setiap masjidnya jauh-jauh hari sudah mengerjakan acara kerja bakti, dan menyiapkan segala kebutuhan demi bisa menjalankan ibadah tarawih.  Sadar atau tidak, salat witir pun jarang sekali diperdebatkan lantaran hanya sebagai tambahan salat tarawih saja. Tentu ini menjadi persoalan serius mengingat fenomena ini seringkali dilakukan tanpa adanya perdebatan. Mereka cenderung memperdebatkan jumlah salat tarawihnya bukan salat witirnya? Sebagian para ulama hanya mempersoalkan kapan waktunya salat witirnya baik sesudah tarawih atau sesudah tahajud.  NU misalnya, yang mayoritas Islam tradisional memilih melakukan salat witir 2 rakaat kemudian 1 rakaat terakhir. Berbeda dari Muhammdiyah atau kaum lainnya mayoritasnya ...

Baginilah Budaya Buka Bersama Kita

Selama bulan ramadan ini kita sudah menempuh fase di mana perjalan ibadah puasanya panjang mengingat ada sekitar 30 hari dalam 1 bulan. Melalui hambatan, rintangan yang sudah dihadapi, puasa akan terasa mudah bila tidak lengkap budaya buka bersama. Budaya yang selalu ditunggu-tunggu dari tahun ke tahun. Oleh sebabnya fenomena buka bersama juga harus kita bahas sampai tahun 2022 ini. Dulu budaya buka bersama selalu menjadi bagian terpenting dalam sejarah umat islam dunia. Pasalnya, semua orang dapat kemudahan ketika zaman perang digencarkan.  Tapi sekarang budaya buka bersama mempunyai ciri khas berbeda-beda mulai dari buka bersama teman-teman, keluarga, kerabat, dan sebagainya. Pertanyaan yang selalu dibayang-bayang adalah mengapa budaya buka bersama tak pernah punah?. Lalu bagaimana cara melestarikan budaya buka bersama kepada siapa saja?.  Ternyata kita pikir-pikir fenomena buka bersama sudah pernah dilakukan oleh Rasulullah saw bersama sahabat-sahabatnya. Salah satu sa...

Semarak Kampung Ramadan Masjid Nurul Huda Sukoharjo hingga Non Muslim pun Ikut Bangga

Sekitar dua tahun yang lalu kita tidak bisa menikmati ibadah di bulan suci Ramadan dengan semarak dan penuh kebersamaan. Mengingat pada waktu itu ada kebijakan untuk tidak berkerumun demi mencegah meluasnya virus corona. Oleh karena itu segala aktivitas termasuk juga ibadah pun dibatasi. Kalaupun diadakan, mesti menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti memakai masker, shaf harus berjarak, mencuci tangan, sajadah harus bawa dari rumah. Akan tetapi Ramadan kali ini jauh berbeda sama sekali. Setiap orang sangat menikmati buka bersama, kajian-kajian offline, melaksanakan sholat terawih berjama’ah, dan tadarrus al-Qur’an.  Oleh karena itu, saya bersama teman-teman remaja Masjid Nurul Huda berinisiatif membuat sesuatu hal baru yang sudah pernah diterapkan Masjid Jogokariyan Jogja. Langkah ini diambil sebagai jalan menuju kekuatan ukhuwah islamiyah antar sesama muslim setempat. Tentu ini pengalaman pertama yang benar-benar kita gembleng selama 30 hari mendatang. Acara tersebu...

Kenangan Ngaji Selama Ramadan di Pondok Pesantren Fadlun Minalloh

Kenangan Ngaji Selama Ramadan di Pondok Pesantren Fadlun Minalloh Setelah 7 tahun lebih saya benar-benar merindukkan ngaji di pondok pesantren Fadlun Minalloh bertepatan di Wonokromo, kecamatan Pleret, kabupaten Bantul. Selama 3 tahun pada momen-momen Ramadan biasannya hampir setiap hari jadwal ngaji pasti tidak pernah absen mulai dari ngaji bandongan ustadz perkelas sore, tadarusan ba’da maghrib, ngaji bandongan romo kyai ba’da tarawih, dan ngaji bandongan romo kyai subuh. Itu semua dilakukan sebagai bentuk rasa kehausaan ilmu serta mendapatkan pahala di bulan Ramadan. Bahkan sehabis sekolah para santri menyempatkan nderes (belajar) agar ketika jadwal membaca ngaji berjalan lancar. Apalagi bisa membuat senang ustadz ketika lancar membacanya. Rasanya tidak hanya seneng saja, tetapi sangat bahagia sekali.  Saya misalnya pada kelas 2 MAN Wonokromo (sekarang MAN 3 Bantul) selalu nderes soal arab gundul yang ditulis oleh ustadz Rofik. Walaupun memiliki perasaan susah, namun setidakny...

Berkah Haul Habib Ali di Solo dan Kisah Pedagang Angkringan

Pademi telah menyerang 2 tahun yang lalu yang berakibat semua orang tak bisa melaksanakan secara serentak. Dengan begitu aktivitas masyarakat sangat terganggu karena harus mematuhi protokol kesehatan sesuai aturan negara. Mengadakan acara besar-besaran adalah risiko tinggi terhadap penyebaran penyakit. Keadaan itu berubah total setelah saya mendengar bahwa haul Habib Ali bin Ali Al-Habsyi telah dibuka umum. Semua kalangan nyampur jadi satu. Masjid Riyad yang hanya bertingkat 3 sesak dipenuhi oleh jama’ahnya yang ribuan orang. Acarannya dimulai tanggal 12-16 November. Acaranya meliputi 12-14 Rauhah, 15 acara haul, 16 acara maulid. Saya menyempatkan datang di tanggal 15 November. Karena saya tahu jika datangnya awal, uang pasti habis secara merata. Banyak pedagang yang berjualan peci, sarung, surban, dan segala atribut perayaan sangat lengkap. Saya berangkat pukul 07.30 bersama karib saya, Ahmad dan Amin.  Saya benar-benar merindukan keramaian. Begitu ramainya yang tak terbayangka...

Mengenal Mas Timo: Marbut Masjid Al-Hadii Pekerja Serabutan

Teman-teman, saya ingin bercerita tentang seorang marbut masjid asal Weru, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Namun saat ini beliau tinggal di Blora, di tempat istrinya. Uniknya marbut masjid Al-Hadii ini bernama Timo, kalau saya memanggil Mas Timo. Beliau bukan anak pesantren, bukan pula mahasiswa, melainkan seorang pekerja serabutan. Kesehariannya mengangkat kelapa utuh dengan 40 biji pada setiap harinya. Sepanjang hidupnya,  ia habiskan untuk membersihkan masjid, kemudian ia tak lupa menunaikan kewajibannya sebagai seorang marbut, yakni mengumandakan adzan setiap harinya, kecuali subuh. Dan mengimaminya bila tidak ada yang mengimami sholat 5 waktu, tergantung situasi dan kondisi. Karena ia didampingi oleh Abdurrahman yang juga marbut masjid Al-Hadii. Anaknya berjumlah 3, laki-laki semua. Anak pertama seorang santri Manba’ul Sholihin daerah Malang. Setiap kali ada acara keluarga, Mas Timo selalu menyempatkan diri untuk ikut acara, demi meninggalkan pekerjaannya sebagai pekerja s...